Orang dengan kepercayaan diri yang rendah akan semakin tertekan karena jerawat. Mereka bisa semakin fokus pada kekurangan di wajah dan terus memikirkan bagaimana orang melihat penampilannya.
Penderita jerawat yang parah dan berlangsung dalam waktu lama cenderung mengalami depresi.
Hal tersebut dibuktikan dengan penelitian yang menemukan adanya hubungan antara keduanya. Orang yang mempunyai jerawat dilaporkan mempunyai risiko depresi 2 sampai 3 kali lebih tinggi dibandingkan yang tidak.
Beberapa tandanya yaitu, mulai merasa sedih dengan penampilannya, menjauh dari orang terdekat, mengalami perubahan pola tidur, dan kehilangan minat terhadap hal yang sebelumnya disukai.
Remaja rentan mendapatkan pembullyan yang berkaitan dengan kondisi kulitnya. Perlakuan tersebut bisa membuat rasa percaya diri menurun dan membuat mereka memilih untuk menyendiri karena malu.
American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa orang dengan jerawat bisa merasa dirinya rendah diri. Di beberapa kasus, hal ini membuat remaja enggan mengikuti kegiatan yang sebenarnya mereka minati.
Mereka mungkin tidak berani melakukan olahraga, takut untuk melamar pekerjaan paruh waktu, dan tidak percaya diri untuk aktif di kelas.