Menurut Sigit, DTIIF akan menghubungkan keahlian ilmiah dan teknologi dengan modal jangka panjang serta eksekusi. Dengan begitu, teknologi mutakhir dapat menjadi kekuatan industri yang berkelanjutan dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Program forum disusun bertahap selama tiga hari. Hari pertama bertema Strategic Outlook and Global Partnership dan difokuskan untuk menetapkan prioritas bersama serta menjalin kemitraan global. Hari kedua bertema Technology, Innovation, and Investment Collaboration dan akan mempertemukan teknologi dan gagasan dengan industri dan modal.
Hari ketiga bertema Youth, Inclusion, and Sustainable Future dan berfokus pada pengembangan ekosistem inovasi yang inklusif dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Rangkaian acara dibuka dengan sambutan para pimpinan pemerintahan, menteri, dan pemimpin ekonomi global. Setelah itu, jajaran pimpinan Danantara Indonesia akan memaparkan investasi unggulan dan portofolionya dalam C-Suite Session.
Forum ini juga menghadirkan Nobel Laureate lecture, sector showcase, sesi project pitching, business matching yang terstruktur, serta pertemuan bilateral terbatas. Semua sesi berfokus pada enam industri penentu masa depan: 1) Energi, 2) Pertanian, pangan, dan kesehatan, 3) Material maju dan semikonduktor, 4) Transportasi dan infrastruktur, 5) Keuangan dan perbankan AI, dan 6) Infrastruktur digital, dan telekomunikasi