Menurut Budi, kanker serviks menyebabkan hampir 30 ribu kematian setiap tahun, sehingga dukungan itu diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program vaksinasi yang sebelumnya direncanakan berlangsung selama 15 tahun, menjadi sekitar lima hingga 10 tahun.

Selain itu, dana sebesar Rp600 miliar telah disetujui untuk program beasiswa dokter spesialis, terutama bagi tenaga medis yang menangani penyakit penyebab kematian tinggi, seperti stroke dan penyakit jantung.

Budi mencontohkan, keterbatasan dokter spesialis di daerah terpencil, termasuk Nias dan Papua Pegunungan, yang dapat menghambat penanganan pasien dalam kondisi darurat.

Melalui program tersebut, dokter yang berasal dari daerah-daerah itu akan mendapatkan pendidikan dan pembiayaan selama tiga hingga empat tahun, dengan harapan kembali bertugas di daerah asal untuk memperkuat layanan kesehatan setempat.

Budi berharap dukungan Danantara Indonesia Trust dapat memberikan kontribusi berkelanjutan bagi peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.