NADIKABAR.COM β€” Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan tentang pasien kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta yang meninggal dunia.

β€œNanti terkait data lengkapnya saya akan cek kembali. Tapi, sampai dengan hari ini di data kami belum ada laporan tentang kasus DBD yang meninggal,” kata Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati di Jakarta, Rabu.

Ani mengatakan, DBD merupakan salah satu dari beberapa penyakit yang selalu dipantau melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

Ini merupakan sistem surveilans kesehatan yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan bersama dengan World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk memantau 24 penyakit potensial KLB/wabah secara mingguan.

Ani mengatakan, angka kasus DBD sejauh ini masih sesuai dengan pola musiman yang bisa naik dan turun sesuai cuaca. Dinkes DKI, sambung dia, terus memantau kasusnya.

β€œApabila semuanya masih dalam status terkendali maka kami akan melakukan pencegahan seperti yang sudah dilakukan antara lain dengan pemberantasan sarang nyamuk dan edukasi yang lebih masif kepada masyarakat,” kata Ani tanpa menyebutkan jumlah kasus DBD terkini.

Adapun tren kasus DBD di Jakarta meningkat pada awal tahun 2026 yakni 83 kasus pada minggu pertama, dari semula 69 kasus pada minggu ke-53 tahun 2025.

Meski demikian kenaikan tersebut belum setinggi apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu Januari 2025.

Jumlah kasus DBD di wilayah DKI pada tahun 2026 hingga 19 Januari, tercatat sebanyak 143 kasus. Sementara itu, di Jakarta Selatan tercatat sebanyak 1.314 kasus DBD hingga September 2026 yang tengah ditangani.