NADIKABAR.COM — Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah itu agar selalu menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Plh Kepala Dinas Kesehatan Mimika Marselino Mameyao di Timika, Rabu, mengatakan situasi kabut asap yang saat ini sedang melanda Kota Timika semakin parah di beberapa hari terakhir ini.

"Sehingga sangat penting bagi warga untuk menggunakan masker guna mengantisipasi dampak kesehatan dari kabut asap yang dihirup. Kalau ada warga yang mengalami gangguan pernapasan maka sangat diharapkan secara mandiri melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas ataupun klinik," ujarnya.

Masyarakat Mimika juga diimbau agar mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak penting mengingat kondisi kabut asap yang semakin tebal saat ini.

" Warga juga bisa beli secara mandiri untuk keluarga. Kalau kami dari dinas tidak menyediakan. Sebelumnya juga kami sudah bagikan masker untuk warga," ujarnya.

Ia mengatakan data Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika jumlah warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Mimika sejak Januari hingga 30 September 2026 mencapai 72.977 kasus.

"Ini data secara keseluruhan. Sementara data setelah terjadi kabut asap sejak awal Oktober ini tim kami sedang mengumpulkannya. Nanti saya akan sampaikan data kasus setelah terjadi kabut asap, jadi belum bisa disimpulkan apa mengalami kenaikan atau tidak kasus ISPA sejak terjadi kabut asap," ujarnya.

Kabupaten Mimika saat ini mengalami kondisi kabut asap yang semakin parah. Data Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mimika menyebutkan bahwa kabut asap yang saat ini sedang terjadi di Mimika merupakan kiriman asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Pemerintah Mimika juga telah meliburkan sekolah pendidikan usia dini (PAUD) dan SD di wilayah itu dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh. Sedangkan pelajar SMP, SMA dan SMK tetap melaksanakan kegiatan belajar tatap muka dengan tetap menggunakan masker.

Dampak dari kabut asap tersebut juga telah mengganggu sejumlah aktivitas penerbangan di Bandara Mozes Kilangin Timika.