Pertemuan seniman tersebut, kata dia, menjadi kesempatan bagi pelaku budaya Cirebon untuk bertukar pengalaman sekaligus memperkenalkan kesenian lokal kepada pengunjung dari luar negeri.

β€œKami pun menyusun kegiatan pendamping berupa kirab budaya, dialog budaya, pasar seni dan kuliner, serta lokakarya topeng, batik, dan kuliner agar wisatawan dapat mengenal budaya Cirebon melalui beragam aktivitas,” katanya.

Agus mengatakan, pengembangan wisata budaya melalui festival perlu melibatkan pelaku seni dan usaha lokal, agar manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ia menyampaikan, kolaborasi dengan International Mask Festival dari Solo, Jawa Tengah, turut dilakukan untuk mempertemukan komunitas seni topeng dan memperluas jaringan kerja sama dalam pelestarian budaya.

β€œSelain pertunjukan dan lokakarya, CMF 2026 akan diisi perlombaan, program sukarelawan, pertemuan bisnis (table top), serta jamuan makan malam (gala dinner) yang melibatkan sejumlah mitra penyelenggara,” tuturnya.