NADIKABAR.COM — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur mencatat volume ekspor udang penaidea periode Januari hingga September 2026 tembus 1.722,34 ton.
"Akumulasi pengiriman komoditas udang penaidea selama sembilan bulan tersebut membukukan nilai devisa mencapai Rp344,65 miliar," kata Kabid Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan (PDSP) di DKP Provinsi Kaltim Irma Listiawati di Samarinda, Kamis.
Irma menjelaskan bahwa pengiriman komoditas ekspor udang unggulan daerah dilaksanakan secara bertahap guna memenuhi tingginya permintaan pasar konsumen di berbagai negara mitra global.
"Puncak volume pengiriman tertinggi terjadi pada bulan April yang mencatatkan angka 277,33 ton dengan perolehan devisa sebesar Rp53,9 miliar," ujar Irma.
Sementara itu, aktivitas ekspor pada periode bulan September 2026 turut membukukan tren kenaikan hingga mencapai 231 ton senilai Rp48,59 miliar.
Rangkaian pengiriman bulan September 2026 tersebut ditopang oleh penerbitan 22 dokumen sertifikasi mutu kelayakan hasil perikanan ekspor daerah dari otoritas karantina.
Berdasarkan pemetaan pasar internasional, ekspor komoditas udang penaidea asal perairan pesisir Kalimantan Timur secara konsisten menyasar delapan negara tujuan utama dunia.
"Delapan negara utama tujuan pengiriman udang meliputi Jepang, China, Amerika Serikat, Inggris, Taiwan, Singapura, Vietnam, serta Malaysia," tutur Irma.
Jepang dan Amerika Serikat menjadi pasar paling potensial yang menyerap porsi besar komoditas udang windu beku berukuran besar dengan standar kualitas premium.
Sementara pasar kawasan Eropa seperti Inggris secara rutin mengimpor pasokan komoditas Udang Pink Beku yang memenuhi persyaratan kriteria standar mutu ketat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim Irhan Hukmaidy menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat jaminan mutu rantai pasok ekspor.
Pihaknya mengoptimalkan pendampingan teknis bagi para pembudidaya tambak udang lokal guna meningkatkan standar kualitas produksi sesuai regulasi pasar internasional .
"Sinergi bersama Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Balikpapan sangat penting dalam memfasilitasi kelancaran dokumen sertifikasi serta menjaga daya saing produk," kata Irhan.