Teknologi ini mengandalkan Flash Charger dengan daya pengisian hingga 1.500 kilowatt (kW) melalui satu konektornya. BYD menyebut perangkat tersebut sebagai pengisi daya dengan konektor tunggal berdaya tertinggi di dunia untuk produksi massal.

Selain menghadirkan pengisian daya berkecepatan tinggi, BYD memperkenalkan Blade Battery generasi kedua yang dikembangkan untuk mendukung kemampuan pengisian cepat sekaligus meningkatkan kepadatan energi dan ketahanan baterai.

BYD mengklaim kepadatan energi baterai generasi kedua meningkat lebih dari lima persen dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan tersebut memungkinkan jarak tempuh kendaraan listrik mencapai lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan standar pengujian China CLTC.

Baterai tersebut juga dirancang untuk meningkatkan ketahanan terhadap degradasi hingga 2,5 persen dibandingkan generasi pertama.

Dari sisi infrastruktur, Flash Charging menggunakan sistem penyimpanan dan pengisian energi terintegrasi untuk mendukung kebutuhan daya tinggi tanpa memberikan tekanan berlebih pada jaringan listrik.