Atase Perdagangan Indonesia di Riyadh Zulvri Yenni mengatakan pemerintah terus mendorong ekspor melalui berbagai kebijakan dan kegiatan promosi.

Menurut dia, Indonesia memiliki produk dengan ciri khas beragam dari Sabang hingga Merauke.

“Pada 2026–2027, fesyen menjadi salah satu subsektor yang akan didorong untuk menembus pasar Arab Saudi,” kata Zulvri.

Forum bertema “How Indonesia’s Creative Industry Unlock Saudi Arabia Market” itu menghadirkan Rendy Bagus Pranantyo (KBRI Riyadh), Temi Sumarlin (Scarf Media), pakar fesyen Suhaila Fayeg Ahmad Hafez, Atase Perdagangan Zulvri Yenni, dan Rima Dwi Permatasari (BSI).

Diskusi tersebut membahas peluang dan strategi bagi produk industri kreatif Indonesia untuk menembus pasar Arab Saudi.