Terutama, penggunaan metode dry ice atau es karbon dioksida yang padat membantu mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.
"Tadi kita sudah komunikasi dengan Gubernur Sumatera Selatan, yang hari ini juga sudah membuat dry ice mengangkat asapnya biar bisa naik. Tidak berbahaya asapnya turun ke darat, melalui teknologi yang ada," tutur Bobby.
Menurutnya, metode dry ice tersebut juga bakal digunakan apabila teknologi modifikasi cuaca tidak berhasil menurunkan hujan di wilayah Sumatera Utara.
"Kalau besok upaya menurunkan hujan di beberapa wilayah di Sumatera Utara berhasil, mungkin ada juga beberapa yang tidak berhasil. Kami akan coba berbagai upaya memastikan asap di Sumatera Utara tidak mengganggu aktivitas sehari-hari kita semua," papar Bobby.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan Hendro Nugroho mengatakan, terdeteksi kabut asap melanda seluruh wilayah Sumatera Utara.