NADIKABAR.COM — Sebanyak empat orang, termasuk dua anak-anak, meninggal dunia akibat insiden terkait hujan di Suriah, Libya, dan Yordania pada Selasa, setelah hujan deras memicu banjir bandang dan mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah di kawasan tersebut.

Di Suriah, dua anak terseret arus banjir di wilayah Maadan, Provinsi Raqqa, menurut laporan stasiun televisi Al-Ikhbariya Suriah yang mengutip otoritas setempat.

Kematian tersebut terjadi setelah pihak berwenang memperingatkan adanya cuaca ekstrem di wilayah timur laut Suriah, termasuk Provinsi Raqqa, Deir ez-Zor, dan Hasakah.

Sementara itu di Libya, seorang pegawai bank meninggal dunia akibat tersengat listrik saat dalam perjalanan menuju tempat kerja di tengah hujan deras di ibu kota Tripoli, menurut Bank Jumhouria milik negara.

Hujan deras menyebabkan sejumlah kawasan permukiman terendam serta merusak bangunan dan kendaraan. Perusahaan air dan sanitasi nasional menyatakan bahwa curah hujan telah melampaui kapasitas sistem drainase kota tersebut.

Bulan Sabit Merah Libya mengerahkan tim tanggap darurat, sementara pemerintah kota Souq al-Jumaa di Tripoli menetapkan wilayahnya sebagai daerah bencana dan meminta bantuan segera dari pemerintah.

Pihak berwenang juga memutus aliran listrik di sejumlah wilayah terdampak sebagai langkah pencegahan. Sedangkan Universitas Tripoli menunda pelaksanaan ujian hingga Kamis.

Di Yordania, tim penyelamat menemukan jenazah seorang pria berusia 23 tahun yang terseret banjir bandang di Distrik Ruwaished, wilayah timur negara itu, menurut Direktorat Keamanan Publik Yordania.

Pihak berwenang mengimbau warga untuk menghindari daerah rawan banjir di tengah hujan deras dan badai petir yang masih mengancam sejumlah wilayah negara tersebut.

Sementara itu, Arab Saudi dan Aljazair mengeluarkan peringatan terkait hujan lebat dan potensi banjir bandang. Sejumlah wilayah di Uni Emirat Arab juga mengalami hujan dan menerima peringatan banjir.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan