NADIKABAR.COM — Sebanyak 50 pemuda Vietnam mengikuti kamp studi yang digelar sejak 10 Oktober di Shanghai, kota metropolitan di Tiongkok timur.
Para peserta asal Ho Chi Minh City itu datang dari berbagai kalangan, mulai dari aparatur sipil negara, pengusaha, dan jurnalis muda hingga mahasiswa dan pelajar.
Selama di Shanghai, mereka mengunjungi sejumlah perusahaan teknologi tinggi, pusat pameran perkotaan, situs bersejarah, dan kota air kuno, serta berdialog dengan pemuda setempat. Mengusung tema "Melestarikan Persahabatan Tradisional, Mengemban Misi Zaman", kamp ini diselenggarakan oleh Komite Sentral Liga Pemuda Komunis Tiongkok (CYLC) bersama sejumlah lembaga di Shanghai dan akan berlangsung hingga 14 Oktober. Para peserta mengunjungi pabrik pesawat COMAC Shanghai Aircraft Manufacturing Co., Ltd., Zona Komputasi Cerdas milik China Telecom Shanghai, Museum Ilmu dan Teknologi Air Shanghai, dan Pusat Pameran Perencanaan Perkotaan Shanghai untuk menyaksikan kemajuan pembangunan perkotaan dan teknologi di kota tersebut.
Mereka juga menjelajahi kota air kuno Zhujiajiao untuk merasakan suasana Tiongkok tempo dulu. "Bagi kami, setiap kunjungan dan program pertukaran bukan sekadar kesempatan untuk memperoleh pengalaman baru, melainkan juga peluang untuk lebih memahami kota ini, budayanya, dan khususnya rekan-rekan sejawat kami," ujar Trinh
Thi Hien Tran, wakil sekretaris Komite Persatuan Pemuda Ho Chi Minh City. Dia mengungkapkan pula harapannya untuk dapat mempelajari berbagai model unggulan Shanghai dalam bidang kepemudaan, pembinaan anak dan remaja, pengembangan perkotaan, serta inovasi sains dan teknologi, sehingga dapat membawa pulang pengalaman, gagasan, dan praktik yang bermanfaat untuk dibagikan serta diterapkan secara tepat di Ho Chi Minh City. Sejak Mei 2025, Komite Sentral CYLC telah menyelenggarakan 17 angkatan kamp studi serupa di Beijing, Hebei, Shanghai, Zhejiang, dan berbagai daerah lain di Tiongkok, dengan total peserta sekitar 2.000 pemuda berprestasi asal Vietnam.