NADIKABAR.COM — Indonesia akan mengumumkan Jakarta Vision sebagai salah satu hasil utama dalam forum World Conference on Creative Economy (WCCE) yang diharapkan menjadi landasan bagi masukan terhadap resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sidang Majelis Umum 2027.
“Jadi keluaran konferensi ini ekspektasinya satu, kita akan mengeluarkan Jakarta Vision,” kata Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Kementerian Ekonomi Kreatif, Mohammed Ali Berawi dalam konferensi pers WCCE 2026 di Jakarta, pada Kamis.
Jakarta Vision diharapkan menjadi landasan bagi penyusunan resolusi PBB berikutnya dan mendorong ekonomi kreatif menjadi bagian dari agenda pembangunan global setelah berakhirnya periode Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
Ali mengatakan sebelumnya telah ada dua resolusi PBB yang berkaitan dengan peran ekonomi kreatif dalam pembangunan berkelanjutan. Kedua Resolusi PBB tersebut, lanjutnya, menyatakan bagaimana peran ekonomi kreatif di dalam sustainable development.
Selain menghasilkan Jakarta Vision, forum WCCE 2026 diharapkan dapat membangun kolaborasi dan pertukaran pengetahuan di antara para pelaku ekonomi kreatif, baik dari Indonesia maupun dari berbagai negara.
“Kedua, kita berharap akan terbangun kolaborasi, pertukaran pengetahuan, pertukaran best practice di antara para pelaku ekonomi kreatif, baik dari pelaku ekonomi kreatif Indonesia maupun pelaku ekonomi kreatif global di dunia,” kata Ali.
Hasil lain yang diharapkan dari WCCE adalah terbukanya peluang yang lebih besar bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mengakses pasar dan investasi, serta mengembangkan potensi ekonomi secara bersama-sama.
Ali juga menjelaskan penyusunan Jakarta Vision diawali dengan konsultasi publik yang melibatkan sejumlah pelaku ekonomi kreatif dari beberapa negara. Proses tersebut kemudian dilanjutkan melalui rangkaian pembahasan dalam pertemuan WCCE sebelum dokumen dibawa ke pertemuan tingkat menteri.
Selain itu, forum WCCE menghadirkan Creative Village sebagai wadah untuk menampilkan sejumlah produk kreatif.
Adapun Indonesia kembali menjadi ruang pertemuan para pemimpin ekonomi kreatif dunia, pembuat kebijakan, pelaku usaha, kreator, komunitas, akademisi, investor, dan pemangku kepentingan melalui WCCE 2026, yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta.
Dengan mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”, WCCE 2026 mendorong kolaborasi untuk membangun ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu merespons dinamika global.