“Kami juga memastikan bahwa dalam event ini ingin mendapat banyak masukan mengenai regulasi. Jadi, regulasi kita ingin hadir dengan masukan banyak pihak termasuk industri, sehingga regulasi yang akan kita keluarkan adalah regulasi yang tidak membuat kaget, regulasi yang terprediksi, sehingga investor akan nyaman,” ujarnya.

Selain kepastian regulasi, Meutya menekankan pentingnya persaingan usaha yang adil, termasuk bagi perusahaan rintisan (startup) dan pengusaha lokal yang turut mengembangkan ekonomi digital nasional.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah mengatakan Bali Tech Week 2026 akan berlangsung pada 19-23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali

Bali Tech Week 2026 akan terdiri atas 13 agenda konferensi dan kegiatan yang mencakup berbagai sektor dalam ekosistem digital seperti konektivitas, keamanan siber, kecerdasan artifisial, gim, dan teknologi finansial.