Jarot melihat persaingan kali ini merata tanpa dominasi satu negara. Peta persaingannya kurang lebih sama dengan Asian Para Games 2022 di Hangzhou.

"Kurang lebih sama. Ada 6 kategori di sini, putra-putri, berarti 12 nomor tunggal. Itu pun persaingannya merata. Tidak ada dominasi satu negara untuk seluruh nomor," ungkapnya.

Namun, ia menilai ada dua negara yang paling diwaspadai, yakni India dan Malaysia. Tapi tak menyurutkan optimisme timnya demi membawa pulang medali.

"Biasanya dari India dan Malaysia. Mereka kuat di nomor-nomor unggulan kami. Itu pesaing utama kami di situ," terang Jarot.