NADIKABAR.COM — PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memanfaatkan ajang balap motor dunia Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 untuk menjadi penggerak pertumbuhan UMKM dan pariwisata yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
"MotoGP Mandalika harus terus menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan membawa nama Indonesia semakin dikenal dunia," ujar Direktur Utama InJourney Maya Watono, dikutip dari laman resmi InJourney di Jakarta, Selasa.
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 dan dihadiri 157.875 pengunjung menunjukkan besarnya potensi ajang olahraga internasional dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney turut menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi melalui InJourney UMKM Expo.
Keterlibatan ratusan UMKM, baik melalui bazar maupun InJourney UMKM Expo, memperlihatkan bagaimana penyelenggaraan ajang dapat membuka peluang usaha, memperluas eksposur produk lokal, dan menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kehadiran wadah ini menjadi bagian dari upaya menghubungkan potensi usaha lokal dengan tingginya arus wisatawan, sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung melalui produk dan kreativitas khas daerah.
Dampak ekonomi dari Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diperkirakan mencapai Rp5 triliun. Manfaat tersebut tidak hanya tercermin dari besarnya perputaran ekonomi selama penyelenggaraan, tetapi juga dari terbukanya peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pasar.
Dengan aktivitas Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, yang ditargetkan terisi hingga 200 hari dalam setahun, potensi pengembangan ekosistem pariwisata dan ekonomi lokal di Mandalika dan NTB pun semakin terbuka.
Melalui sinergi penyelenggaraan ajang internasional dan keterlibatan pelaku usaha lokal, Pertamina Grand Prix of Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi panggung olahraga kelas dunia, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan UMKM dan pariwisata yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
"Bagi kami, keberhasilan MotoGP tidak berhenti ketika bendera finis dikibarkan. Legacy yang ingin dibangun adalah ketika semakin banyak wisatawan datang ke Mandalika, semakin banyak UMKM tumbuh, semakin banyak lapangan kerja tercipta, dan semakin kuat posisi Indonesia di peta pariwisata dunia. Inilah bagaimana MotoGP menjadi bagian dari perjalanan Indonesia Mendunia," ujar Maya.