Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas pemasaran layanan InJourney untuk berbagai segmen, mulai dari wisatawan individu dan rombongan hingga perjalanan korporat dan MICE.
Melalui JWITF 2026, InJourney menawarkan portofolio berupa destinasi wisata budaya dan rekreasi, jaringan hotel, kawasan pariwisata, layanan pendukung aviasi, serta produk ritel lokal. Destinasi yang ditawarkan antara lain Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, dan TMII.
Sementara itu, InJourney Hospitality membuka peluang kerja sama di bidang akomodasi dan MICE. InJourney juga memperkenalkan kawasan The Mandalika, The Nusa Dua, dan The Golo Mori kepada calon mitra.
Di sektor perhotelan, penjajakan peluang kerja sama komersial dilakukan dengan mitra perjalanan melalui penawaran tarif khusus dan skema yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Sementara itu, portofolio destinasi membuka peluang pengembangan paket perjalanan berbasis budaya dan pengalaman khas Indonesia. Kombinasi ini memberi ruang bagi mitra untuk menyusun penawaran yang relevan bagi segmen pasar yang mereka layani.
Layanan InJourney Aviation Services juga diperkenalkan untuk menjajaki kebutuhan pendukung aviasi dan operasional. Sarinah melengkapi penawaran B2B melalui peluang pengadaan produk bagi industri pariwisata dan korporasi.