Disebutkan juga oleh Azmaei bahwa sebuah kapal induk AS senilai US$ 13 miliar (Rp 232,6 triliun) telah bergerak menjauh, sejauh 700 kilometer, dari Selat Hormuz.

"Jika pihak Amerika ingin melihat apakah Selat Hormuz terbuka atau tertutup, biarkan mereka masuk ke wilayah tersebut dan melihat siapa yang mengendalikannya," kata Azmaei dalam pernyataannya.

Dia menambahkan bahwa pasukan Iran telah merilis informasi mengenai dua insiden di mana "kapal-kapal yang melanggar" ditindak tegas. Azmaei juga menuduh AS dan mitra-mitra regionalnya sengaja menutupi berita mengenai insiden-insiden tersebut dari media.

Lebih lanjut, ditegaskan oleh Azmaei bahwa Selat Hormuz dan perairan Teluk berada di bawah kendali Angkatan Laut IRGC, sementara Angkatan Laut reguler Iran mengendalikan Teluk Oman.