NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Kazem Gharibabadi mengatakan Teheran siap mengambil langkah-langkah timbal balik untuk menormalkan situasi seputar konflik antara Amerika Serikat dan Iran setelah AS memenuhi tuntutan Iran.

"Tentu saja, mereka menyadari syarat dan tuntutan apa saja yang harus dipenuhi. Begitu syarat dan tuntutan tersebut terpenuhi, maka Iran pada gilirannya akan mengambil tindakan yang diperlukan," kata Gharibabadi kepada RIA Novosti.

Sebelumnya, Kemlu Iran menyatakan telah menyerahkan kepada AS soal rencana tujuh hari membuka Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencabutan blokade laut dan pembatasan ekspor.

Di satu sisi, Presiden AS Donald Trump menolak usulan tersebut. Di sisi lain, Iran telah menjelaskan posisinya kepada AS melalui mediator terkait tanggapan AS dan sedang mempersiapkan balasan yang lebih rinci.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menyatakan Iran tidak akan membuka Selat Hormuz sampai pihak AS menerima tujuh syarat yang diajukan Iran.

AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Iran kemudian merespons dengan serangan balasan terhadap sejumlah sasaran.

Pada pertengahan Juni, Iran dan AS menandatangani sebuah nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan tidak lama setelah kesepakatan tersebut dicapai.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan