Jika koordinasi tidak dilakukan, maka militer dapat mengambil tindakan seperti yang diberitakan, ungkap Sayyari.

Menurut dia, jika jalur pelayaran dibuka bebas, maka distribusi minyak dapat berlangsung normal dan harga BBM di AS maupun negara lainnya tidak akan tinggi.

Oleh karena itu, jelas Sayyari, pihaknya tetap menutup lalu lintas di Selat Hormuz.

Selat Hormuz, berlokasi antara Iran dan Oman, sebagai jalur pelayaran BBM internasional yang vital telah terganggu sejak awal Maret 2026.