NADIKABAR.COM — Pemerintah Iran menegaskan tuduhan Presiden Donald Trump mengenai kemungkinan serangan kepada kota-kota di Amerika Serikat tidaklah berdasar, tidak realistis, dan hanya untuk kebutuhan retorika kampanye pemilu.

"Tuduhan Presiden Trump mengenai kemungkinan kehancuran kota-kota di Amerika tidaklah berdasar, tidak nyata, dan tidak lebih dari sekadar untuk keperluan kampanye," kata Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali dalam wawancara dengan kantor berita TASS yang diterbitkan pada Rabu.

Menurut dia, arahan militer Iran begitu jelas, bertanggung jawab, dan berdasarkan pertahanan dan daya gentar.

Iran, tegasnya, tidak pernah menjadi pemicu perang apa pun.

"Kendati demikian, kemampuan dan kekuatan rudal Iran tidak perlu diragukan dan disangkal, serta cukup menakutkan," jelas Jalali.

Diplomat senior Iran itu menduga Trump berupaya menghindari tanggung jawab saat kampanye dan menggunakan efek gentar tersebut sebagai dalih untuk menyelesaikan masalah politik dalam negeri, serta membalas dendam terhadap pesaingnya dari Partai Demokrat di California.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan di media sosial X: "bahwa untuk menakuti rakyat mereka sendiri, mereka menciptakan musuh bayangan di angkasa untuk menyelimuti ancaman nyata di daratan".

"Bahaya yang nyata bukanlah berada di luar perbatasan atau di langit di atas Los Angeles dan San Diego. Bahaya itu berada di rezim yang telah melakukan perang ilegal terhadap dunia, dengan konsekuensi tingkat global," katanya.

Trump, tambah Baqaei, bahkan telah menjelaskan kehancuran kedua kota itu sebagai "sedikit pengorbanan yang harus dibayar".

"Ini menjadi contoh teori politik menebarkan rasa takut: menakuti rakyat dengan ancaman bayangan, menggambarkan kehancuran kota-kota mereka sendiri sebagai harga yang harus dibayar, dan mengalihkan perhatian mereka dari bahaya yang sebenarnya," tegas Baqaei.

Penerjemah: Bayu Prasetyo