NADIKABAR.COM — PT Jakarta Tourisindo/JXB (Perseroda) mengembangkan aplikasi JXB App untuk mengintegrasikan informasi pariwisata, hotel, kuliner, dan fasilitas pendukung kegiatan di Jakarta dalam rangka memudahkan wisatawan.
"Teknologi ini sekarang menjadi enabler, menjadi game changer untuk kita. Kita sedang menuju ke situ, baik secara internal maupun secara eksternal," kata Direktur Utama Jakarta Tourisindo Yunn Bali Mohammad Yusuf di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, inovasi ini menjadi salah satu upaya BUMD tersebut memperkuat promosi dan menarik lebih banyak wisatawan untuk mendukung Jakarta sebagai kota global dan menyongsong lima abad Jakarta.
Yunn mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing bisnis pariwisata Jakarta.
Aplikasi tersebut diproyeksikan menjadi super app sekaligus agregator yang menghimpun berbagai layanan dan fasilitas pariwisata.
"Kita memiliki keberagaman kuliner dan memiliki kekuatan gastronomi yang dapat menjadi daya tarik wisata," ujarnya saat diskusi Ngobrolin Jakarta (Ngojak) bertema "Kolaborasi Lintas Sektor untuk Konektivitas Pariwisata dan Mobilitas Menuju Jakarta Kota Global" yang diadakan Lintas Generasi Aktivis (LIGA) Pro Jakarta.
Yunn menjelaskan JXB Apps akan menyediakan sejumlah fitur, antara lain explore untuk mengeksplorasi destinasi, kuliner, dan hotel. Platform tersebut juga diarahkan menjadi agregator yang menghubungkan fasilitas milik BUMD, termasuk hotel dan gedung untuk penyelenggaraan pernikahan.
Menurut dia, pengembangan tersebut sejalan dengan visi Gubernur DKI Jakarta untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai BUMD, JXB berupaya mengoptimalkan lini bisnis yang dimiliki, mulai dari perhotelan, pariwisata, hingga aktivasi ruang publik.
Yunn menilai kondisi Jakarta yang semakin kondusif serta perbaikan transportasi menjadi modal penting untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat promosi berbagai pengalaman wisata di ibu kota.
Salah satu potensi yang ingin dikembangkan adalah wisata kuliner dengan mengangkat keberagaman budaya masyarakat Jakarta.
Yunn menyebut gagasan "Bertemu di Jakarta" sebagai salah satu program yang dapat mendorong pengenalan kuliner dari berbagai daerah, seperti soto Betawi, soto Banjar, dan beragam jenis soto lainnya.
Yunn menambahkan JXB juga menyiapkan berbagai program untuk menyambut peringatan lima abad Jakarta pada 2027.
Salah satunya melalui penyelenggaraan official merchandise yang akan melibatkan partisipasi masyarakat dan pelaku usaha suvenir agar perayaan tersebut turut memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Sementara itu, pemerhati Jakarta Amir Hamzah menginginkan agar BUMD DKI Jakarta dapat bersinergi untuk saling mendukung dalam memajukan dan mengembangkan usaha.
"Contohnya, saya melihat Jaktour atau JXB ini sebetulnya bisa bersinergi dengan Ancol karena masih dalam satu rumpun usaha yang bisa saling melengkapi," katanya.
Presidium LIGA Pro Jakarta Aan Harinurdin meminta organisasi perangkat daerah (OPD) dan DPRD DKI Jakarta dapat menggunakan unit usaha atau jasa dari JXB.
"JXB adalah BUMD DKI Jakarta, saya berharap kegiatan-kegiatan atau kebutuhan konsumsi, termasuk rapat ini bisa memaksimalkan dari Jaktour atau JXB," ucapnya.