NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota Jakarta Utara mendorong penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat dapat berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran lewat transformasi digital melalui sosialisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital yang diselenggarakan Kementerian Sosial.

“Kami telah mengedukasi 70 peserta dari unsur kecamatan, kelurahan, dan Pendamping Bantuan Sosial (Pendamsos) se-Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu,” kata Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Jakarta Utara Anita Permata Sari di Jakarta, Rabu.

Anita mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur wilayah mengenai pemanfaatan sistem digital untuk mendukung pendataan.

Kemudian, sosialisasi juga mencakup tata cara pengusulan warga yang membutuhkan bantuan sosial (bansos) tetapi belum terdata sebagai penerima bantuan.

Menurut dia, transformasi digital menjadi upaya pemerintah untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bansos.

"Kami berkomitmen mendukung penyaluran bansos yang tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” katanya.

Anita mengatakan melalui Perlinsos Digital, pendataan dan penilaian kelayakan penerima bantuan diharapkan semakin optimal.

Terkait pentingnya sosialisasi kepada masyarakat, dirinya menilai optimalisasi peran agen Perlinsos, serta penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan agar implementasi program berjalan efektif.

"Kami berharap para peserta dapat memahami dan mengimplementasikan Perlinsos Digital agar pengusulan bansos semakin tepat sasaran," kata dia.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara Rony Japriko mengatakan kegiatan ini memberikan pemahaman kepada aparatur kewilayahan mengenai mekanisme pengusulan warga yang membutuhkan bantuan melalui sistem digital.

"Melalui aplikasi ini, warga yang membutuhkan bantuan tetapi belum terdata dapat diusulkan melalui petugas di tingkat wilayah," ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan Ketua Tim Pelayanan Penggunaan dan Diseminasi Data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos Raden Roro Endah Noorwidayati dan perwakilan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Guntur Agustin Sinaga.

Para peserta juga memperoleh materi mengenai pemeringkatan kesejahteraan masyarakat berdasarkan kategori desil, termasuk indikator penilaian dan faktor-faktor yang memengaruhi perubahan status desil keluarga.

"Materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai penilaian kesejahteraan masyarakat sehingga proses pengusulan penerima bansos dapat dilakukan secara lebih tepat," kata dia.

Ia menambahkan Kemensos RI berencana menggelar sosialisasi secara langsung di wilayah untuk memperluas pemahaman masyarakat dan petugas mengenai mekanisme pengusulan bansos serta penilaian tingkat kesejahteraan.

"Melalui sosialisasi dan penguatan koordinasi pusat dan daerah, kami berharap warga yang memenuhi kriteria dapat diusulkan sebagai penerima bansos sesuai mekanisme yang berlaku," kata dia.