NADIKABAR.COM β€” Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau jamaah umrah Indonesia untuk memilih penerbangan langsung (direct) dari bandara di Indonesia ke bandara di Madinah atau Jeddah, merespons kondisi geopolitik yang terjadi di kawasan Arab, khususnya pascaserangan Houthi ke bandara di Riyadh.

β€œKemenlu RI dan Kemenhaj hanya mengimbau agar jamaah Indonesia memilih penerbangan direct ke Madinah atau Jeddah (Makkah),” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Rabu.

Dalam serangan itu, sejumlah orang menjadi korban, termasuk jamaah umrah yang tengah transit di bandara tersebut.

Dahnil mengatakan Kemenhaj terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan otoritas Arab Saudi perihal perkembangan situasi di Arab Saudi. Hingga saat ini, kata Dahnil, belum ada keputusan untuk mengimbau atau melarang perjalanan ke Arab Saudi.

β€œDan, otoritas kerajaan Saudi Arabia juga menyatakan kondisi aman dan safety untuk jamaah umrah,” ujar Dahnil.

Pemerintah berharap semua pihak di timur tengah menahan diri, tidak terjebak dengan perang terbuka yang justru akan merugikan semua pihak. Pasalnya, dampak yang ditimbulkan dari eskalasi ini secara langsung maupun tidak akan berdampak pada aktivitas ibadah umat Islam di tanah suci.

Sebelumnya, Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanul Haq mengatakan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) harus memastikan keamanan jamaah umrah yang terdampak gangguan penerbangan akibat eskalasi konflik di Riyadh, Arab Saudi.

Legislator yang membidangi keagamaan dan sosial itu meminta pemerintah memperkuat sistem perlindungan jamaah umrah serta menyiagakan langkah mitigasi darurat.

β€œKemenhaj harus memastikan setiap jamaah yang terdampak terpantau dengan baik. Jangan sampai ada jamaah yang terlantar, kesulitan informasi, atau bingung meminta bantuan,” kata Maman.