Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik bruto (PDB) sektor ekonomi kreatif Indonesia tumbuh 6,86 persen pada 2025 dengan nilai mencapai Rp1.757,87 triliun.
Pertumbuhan tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama sebesar 5,11 persen.
Selain itu, sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja atau setara dengan 18,70 persen dari total tenaga kerja nasional.
Kontribusi tersebut mencerminkan peran berbagai profesi kreatif, mulai dari perajin batik, desainer, pengembang gim hingga pekerja industri perfilman, dalam menggerakkan perekonomian.
"Pemerintah memandang ekonomi kreatif sebagai simbol kekuatan nasional. Kekuatan ini tumbuh dari daerah, dari tangan para kreator di seluruh nusantara," ujar Fadli.