NADIKABAR.COM — Jumlah korban tewas akibat demam Lassa di Nigeria bertambah menjadi 268 orang, dengan 1.138 kasus terkonfirmasi yang dilaporkan sejak awal tahun ini, demikian disampaikan otoritas kesehatan masyarakat Nigeria pada Senin (12/10), sebagaimana warta Xinhua.
Tingkat fatalitas kasus tersebut mencapai 23,6 persen selama periode 21 September hingga 4 Oktober, naik dari 18,6 persen dalam periode yang sama pada 2025, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nigeria (NCDC) dalam laporan situasi terbarunya.
Setidaknya satu kasus terkonfirmasi telah dilaporkan di 119 daerah pemerintahan lokal yang tersebar di 24 dari 36 negara bagian di Nigeria sejak awal tahun ini, kata NCDC, seraya menambahkan bahwa kelompok usia 21 hingga 30 tahun tetap menjadi kelompok yang paling terdampak selama periode pelaporan tersebut. Negara-negara bagian yang paling terdampak adalah Edo dan Ondo di wilayah selatan, serta Bauchi, Benue, dan Taraba di wilayah utara. Jika digabungkan, kelima negara bagian tersebut menyumbang 88 persen dari seluruh kasus terkonfirmasi di Nigeria, ujar NCDC. NCDC menyebutkan bahwa buruknya sanitasi, rendahnya kesadaran di kalangan masyarakat yang terdampak parah, serta keterlambatan dalam mencari pengobatan terus memperburuk wabah tersebut. Demam Lassa merupakan sebuah penyakit hemoragik akut akibat virus yang terutama ditularkan melalui makanan atau barang-barang rumah tangga yang terkontaminasi oleh urine atau feses hewan pengerat. Penularan antarmanusia juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi.