Stephanus mengatakan nakhoda kapal diduga terlambat mengantisipasi arus kuat saat air pasang tertinggi di perairan tersebut. Kendati demikian, penyebab pasti masih proses investigasi lebih lanjut.
"Berdasarkan laporan awal, kejadian diduga berkaitan dengan keterlambatan antisipasi nakhoda terhadap arus kuat saat kondisi air pasang tertinggi. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi lebih lanjut," ujar Stephanus.
Kapal dengan tonase GT 51 itu berangkat dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo tadi pagi dengan tujuan Pulau Rinca, TN Komodo. Kapal itu tenggelam dalam perjalanan pulang ke pelabuhan Marina Labuan Bajo.