NADIKABAR.COM — Menteri Hukum Supratman Andi Agtas memastikan pemerintah terus mengupayakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk melalui pengerahan lebih dari 60 ribu personel gabungan untuk operasi pemadaman di sejumlah daerah.
Supratman saat ditemui di Jakarta, Kamis, mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memimpin rapat terbatas untuk membahas penanganan karhutla.
"Saya rasa ini masalah kita bersama dan pemerintah pasti akan bekerja maksimal untuk melakukan itu ya," katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada Senin (12/10) malam menyampaikan bahwa pemerintah mengerahkan 60.177 personel gabungan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla melalui jalur darat.
Personel tersebut berasal dari pemadam kebakaran, TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, dinas kehutanan daerah, serta relawan.
Menurut Teddy, pengerahan personel itu menjadi bagian dari upaya penanganan kebakaran yang masih berlangsung di lahan seluas total 639 hektare yang tersebar di enam provinsi, khususnya di wilayah Kalimantan dan Sumatera.
Informasi tersebut disampaikan kepada Presiden Prabowo dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10).
Teddy mengatakan tingkat keberhasilan operasi pemadaman darat rata-rata mencapai lebih dari 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya.
Selain operasi darat, pemerintah melakukan pemadaman melalui udara dengan menggunakan helikopter dan pesawat untuk menjatuhkan air (water bombing) ke lokasi kebakaran.
Ia menyebut situasi karhutla di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik.
Pemerintah juga terus mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan guna membantu penanganan karhutla.
Langkah tersebut dilakukan seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.