Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran, pengelola memperkuat pemeliharaan tanaman untuk mengantisipasi dampak kekeringan melalui perbaikan jaringan penyiraman, optimalisasi penggunaan truk tangki, serta pembokoran tanah agar air lebih efektif meresap hingga ke akar tanaman.

Ia menyebutkan kondisi kekeringan saat ini tergolong ekstrem dan dinilai lebih kering dibandingkan periode 2019–2020, sehingga sejumlah tanaman koleksi mengalami kekeringan berat meskipun pengelola terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan air melalui penyiraman.

Untuk menjaga kelestarian koleksi tumbuhan, pengelola meminta seluruh petugas meningkatkan perhatian terhadap tanaman di zona tanggung jawab masing-masing melalui pemantauan dan pemeliharaan yang lebih intensif agar kondisi tanaman dapat diketahui dan penanganan dilakukan sesuai kebutuhan.