NADIKABAR.COM — Berbagai kabar di ranah politik telah diwartakan Redaksi NadiKabar pada Selasa (13/10), mulai dari pembahasan pembentukan Batalyon Sniper hingga Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons laporan evaluasi pemerintahan yang dirilis Center of Economic and Law Studies (Celios).
Berikut kilas balik berita politik kemarin untuk kembali Anda simak.
Pangkormar dan KSAL bahas pembentukan Batalyon Sniper
Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dan Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi membahas pembentukan Batalyon Sniper dan penambahan alat utama sistem senjata (alutsista).
"Dibahas kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan rencana pembentukan Batalyon Sniper," seperti dikutip siaran pers resmi Korps Marinir yang diterima di Jakarta, Selasa (13/10).
Tempuh lintas medan 350 kilometer, 752 prajurit sandang baret ungu
Sebanyak 752 prajurit TNI Angkatan Laut resmi menyandang baret ungu Korps Marinir setelah menyelesaikan Pendidikan Komando (Dikko) Angkatan ke-180 yang diakhiri dengan lintas medan sejauh 300 hingga 350 kilometer.
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel Marinir Rana Karyana dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (13/10), mengatakan pembaretan dilaksanakan di Pantai Baruna, Malang Selatan, Jawa Timur, Senin (12/10).
436 prajurit TNI AU resmi jadi pasukan Korpasgat
Sebanyak 436 prajurit TNI AU secara resmi telah menjadi prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) melalui proses penyematan baret jingga di Pantai Santolo, Garut, Senin (12/10).
Dalam siaran pers resmi Korpasgat yang diterima di Jakarta, Selasa (13/10), penyematan baret dilakukan setelah para prajurit TNI AU itu mengikuti rangkaian pendidikan komando Korpasgat.
KSAL apresiasi prajurit Marinir yang berhasil tumpas OPM
Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengapresiasi prestasi prajurit Marinir yang tergabung dalam Korps Habema TNI karena berhasil menumpas anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Maybart, Papua Barat Daya, beberapa waktu lalu.
Ali mengatakan para prajurit tersebut telah memberikan prestasi terbaik sehingga layak diberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat dan kesempatan untuk mengenyam bangku pendidikan militer.
Gibran respons rapor Celios: Kritik dijawab dengan kinerja
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadikan kritik dalam laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang dirilis Center of Economic and Law Studies (Celios) sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintah.
Dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Gibran mengatakan dirinya menghargai setiap hasil survei, kajian, maupun kritik yang disampaikan masyarakat dan lembaga independen.
"Bagi saya, semua itu adalah bagian dari demokrasi sekaligus bahan evaluasi bagi pemerintah untuk terus memperbaiki diri," kata Gibran.