NADIKABAR.COM — Deputi Pengembangan Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif Mohammed Ali Berawi mengatakan Creative Village yang menjadi salah satu rangkaian acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 menjadi ruang pamer produk kreatif sekaligus wadah kolaborasi antara pelaku industri kreatif Indonesia dan mitra internasional.
Ali mengatakan salah satu sasaran yang ingin dicapai dalam Creative Village adalah peningkatan peluang akses pasar dan investasi bagi pelaku ekonomi kreatif yang terlibat dalam forum tersebut.
"Kami juga berharap melihat adanya peningkatan peluang untuk akses pasar, kemudian untuk investasi dan aspek ekonomi yang bisa dikembangkan bersama-sama pelaku ekonomi kreatif yang tergabung di dalam WCCE," kata Ali dalam konferensi pers WCCE 2026 di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Kamis.
Ali yang juga sebagai Ketua Pelaksana WCCE 2026 ini mengatakan Creative Village dirancang untuk menampilkan beragam produk dan karya kreatif dari dalam maupun luar negeri.