Jika anak mengalami sesak napas, napas cepat, sulit menyusu atau minum, segera bawa ke fasilitas kesehatan. Penggunaan nebulizer harus sesuai indikasi dan petunjuk tenaga medis, bukan dilakukan sembarangan secara mandiri.

Selain itu, katanya, kabut asap berkepanjangan juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan jiwa, stres dan kecemasan karena aktivitas sosial ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan terganggu. Karena itu, masyarakat perlu menjaga rutinitas dan aktivitas anak di dalam ruangan yang udaranya lebih bersih, serta memperhatikan perubahan perilaku atau gangguan tidur, pola makan dan sebagainya.

"Jika keluhan menetap dan mengganggu keseharian, segera konsultasikan dengan tenaga medis/kesehatan, jangan tunggu memburuk," ujarnya.

Dia juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. Jika harus keluar, gunakan respirator seperti N95 atau KN95 yang terpasang rapat untuk membantu menyaring partikel halus.