NADIKABAR.COM — Kementerian Kesehatan menyiapkan 10.000 unit alat diagnostik Near Point-of-Care (NPOC) untuk mempercepat deteksi tuberkulosis (TB) di seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Indonesia.

"Pengadaan alat tersebut dilakukan untuk memperluas akses pemeriksaan TB, termasuk di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang memiliki 27 puskesmas," kata Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus saat meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Kecamatan Karanganyar, Demak, Rabu.Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Bupati Demak Eisti'anah dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak dr Ali Maimun.

Ia mengungkapkan alat NPOC untuk mempercepat deteksi dini penyakit tuberkulosis (TBC) di seluruh puskesmas. Pendistribusian alat diagnostik tersebut ke seluruh puskesmas di Kabupaten Demak ditargetkan pekan ini.

Dia menyebut 2.700 unit alat NPOC telah tiba pada pekan lalu. Pemerintah juga menjadwalkan kedatangan tambahan alat pada pekan berikutnya, sehingga jumlah yang tersedia mencapai 5.600 unit untuk memenuhi kebutuhan puskesmas di Pulau Jawa.

"Jika di Pulau Jawa terpenuhi, nantinya puskesmas di luar Pulau Jawa juga akan dipenuhi karena pemerintah memesan alat tersebut hingga 10.000 unit," ujarnya.

Selain alat diagnostik NPOC, pemerintah juga menyiapkan dukungan berupa alat rontgen bergerak atau "mobile x-ray" untuk membantu pemeriksaan dan deteksi penyakit di puskesmas.

Pengoperasian peralatan tersebut akan didukung tenaga radiografer agar pemeriksaan dapat berjalan optimal. Ketersediaan tenaga radiografer di Jawa Tengah tidak menjadi kendala berarti.

Pemerintah pusat nantinya mengangkat tenaga yang dibutuhkan sebagai pegawai puskesmas untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Bupati Demak Eisti'anah mengungkapkan fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan TBC di Kabupaten Demak, terdiri enam rumah sakit, 27 puskesmas, dan 102 klinik maupun dokter praktik mandiri.

Untuk pelayanan pengobatan TB resisten obat, kata dia, terdapat RSUD Sunan Kalijaga sebagai pengampu pengobatan TB resisten obat (RO), lima puskesmas inisiasi TBC RO dibantu puskesmas satelit TB RO.

"Di Kabupaten Demak juga memiliki tujuh mesin tes cepat molekular yang tersebar di RSUD Sunan Kalijaga dan lima puskesmas disamping terdapat delapan NPOC yang diterima dari Kemenkes dan siap digunakan," ujarnya.