"Berdasarkan data penanganan per Rabu (14/10) pukul 07.45 WIB, tercatat 743 jiwa terdampak, dengan sebagian besar pengungsi kini telah kembali ke kediaman masing-masing seiring surutnya air," kata Saifullah.

Meskipun genangan air telah surut namun material lumpur masih menutupi kawasan permukiman. Dia memastikan bahwa saat ini, tim gabungan yang terdiri atas unsur Kemensos, Tagana, pemda, TNI-Polri, BPBD, serta para relawan terus bergotong royong melakukan pembersihan lingkungan serta perbaikan infrastruktur vital yang rusak.

"Terima kasih kepada Tagana, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh relawan yang sudah membantu warga sejak kejadian. Pekerjaan kita masih berlanjut. Mari terus bekerja bersama, mendengarkan kebutuhan warga, dan membantu mereka melewati masa sulit ini," kata Mensos.