"Secara spesifik belum dibahas, tapi saya kira pembagiannya nanti berbasis data. Sekarang ini datanya kita perkuat, nanti penyalurannya selain data adalah hasil asesmen, diprioritaskan kepada mereka yang belum memiliki HP (handphone)," kata dia.
Terkait mekanisme pengawasan untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan seperti penjualan perangkat, Saifullah menyebutkan bahwa sistem monitoring dan evaluasi akan disiapkan lebih lanjut.
Dia menegaskan bahwa tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk memastikan seluruh masyarakat penerima manfaat bantuan sosial dapat menjangkau layanan digital pemerintah secara mandiri, mengingat proses bisnis dan tata kelola bantuan sosial saat ini tengah bertransformasi total.