NADIKABAR.COM — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi menargetkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secepat mungkin untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.
"Targetnya as soon as possible, secepat mungkin. Jadi, jangan sampai, karena kan rakyat sudah berdampak," kata Kristomei di Istana Negara, Jakarta, Kamis.
Dia menegaskan respons terhadap bencana harus dilakukan dalam hitungan menit, bukan jam, sehingga penanganan dapat segera dilakukan dan mencegah jatuhnya korban jiwa.
"Responsif itu hitungannya bukan jam, menit. Jadi, kita harus itu yang akan kita evaluasi ke depan ya, sehingga tidak ada lagi korban-korban yang sia-sia," ujarnya.
Sebagai langkah awal, Kristomei mengatakan akan segera meninjau langsung lokasi karhutla setelah melakukan konsolidasi internal dengan jajaran BNPB.
Dia menyebut peninjauan perlu dipersiapkan bersama staf agar penanganan di lapangan dapat berjalan dengan baik.
"Segera. Kan tadi saya bilang hitungannya menit, bukan jam," tegasnya.
Kristomei mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena BNPB tidak dapat bekerja sendiri.
Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat perlu berkolaborasi untuk mempercepat penanganan kebakaran.
Terkait kemungkinan penggunaan bantuan dari luar negeri, dia mengatakan BNPB akan terlebih dahulu memetakan kemampuan dan sumber daya yang tersedia, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk menentukan kebutuhan dukungan tambahan.
Dia juga berencana memeriksa data luas karhutla berdasarkan pemantauan satelit Sipongi dan NASA untuk mengetahui luasan kebakaran serta dampaknya.
"Saya cek dulu data fakta yang ada saat ini berdasarkan satelit, satelit Sipongi kan ada tuh. Kemudian hasil pantauan NASA juga. Berapa sih luasan yang sebenarnya itu? Kan itu bisa dihitung, gitu loh. Dan dampaknya apa? Gitu," ucapnya.
Kristomei menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana, termasuk karhutla.
"Yang paling penting adalah jangan sampai ada korban. Itu loh yang pertama," katanya.
Kristomei resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BNPB pada Kamis menggantikan Letjen Suharyanto.