FAO memperkirakan rasio persediaan terhadap penggunaan sebesar 31,7 persen untuk musim 2026/2027.

Masalah yang paling mendesak adalah keterjangkauan harga pangan. Negara-negara pengimpor pangan neto di Afrika, sejumlah negara di Asia, serta negara-negara berkembang pulau kecil akan menjadi yang pertama terdampak. Mengingat butuh waktu tiga hingga enam bulan bagi harga komoditas untuk berdampak pada harga eceran, konsumen diperkirakan akan merasakan imbasnya mulai akhir tahun ini.

Torero memperingatkan bahwa dunia memang belum berada dalam krisis pangan, tetapi situasinya perlahan memburuk. Dia menekankan bahwa China, produsen dan konsumen pangan terbesar di dunia sekaligus pengimpor utama, telah bersiap menghadapi risiko alam maupun geopolitik dengan mendiversifikasi impor, menjaga pasarnya tetap terbuka, serta meningkatkan pengelolaan cadangan pangan.

Ekspor urea dari China turut membantu menurunkan harga, ujar Torero.

Dia berharap langkah ini terus berlanjut seraya mengimbau para produsen dan pengimpor utama agar tidak mendistorsi pasar atau membatasi ekspor input pertanian.