Dia mengatakan warga sempat berupaya memadamkan api dengan air seadanya. Dia juga mengaku berupaya menyelamatkan berkas-berkas penting.

"Warga langsung ngejar lah bahasanya warga nyari air gitu. Rame-rame itu warga. Dan yang saya fokus itu anak istri sama berkas-berkas penting yang ada di rumah gitu kan. Karena saya tinggal di rumah belakang itu yang persis temboknya tuh persis yang tinggi. Jadi saya fokus di situ, langsung saya bantu pemadaman," katanya.

Sidik juga menyebut warga ikut membantu petugas damkar memadamkan api. Dia mengatakan banyak bangunan yang sulit dijangkau air.

"Saya bukain pintu, itu kan tiga lantai, Pak. Saya bukain pintu, 'Silakan,' saya bilang. Karena atas itu enak nyemprotnya dan jangkauannya luas, saya bilang. Setelah jam 5 sore kurang lebih sudah mati, yang saya sayangkan ada korban jiwa tetangga saya belakang rumah. Dua orang, nenek sama cucunya," kata Sidik.