NADIKABAR.COM — Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta jajaran direksi baru Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA membawa perubahan positif dan meninggalkan warisan berharga bagi perkembangan perusahaan.

Saat melakukan kunjungan kerja ke ANTARA Heritage Center, Jakarta, Kamis, Saleh mengatakan kepemimpinan baru diharapkan mampu menghadirkan terobosan yang tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, tetapi juga memperkuat kontribusi ANTARA kepada bangsa dan negara.

"Sebetulnya ANTARA ini adalah sebuah lembaga yang sangat bersejarah dan punya nilai perjuangan yang sangat penting bagi perjalanan bangsa Indonesia," kata Saleh.

Ia menilai nilai-nilai perjuangan ANTARA sejak masa kemerdekaan masih terpelihara dengan baik, antara lain melalui peninggalan Adam Malik, salah seorang pendiri ANTARA yang kemudian menjabat sebagai Wakil Presiden ketiga RI.

Selain peninggalan Adam Malik, dokumentasi perjalanan para tokoh dan pemimpin ANTARA dari masa ke masa juga dinilai menjadi sumber pembelajaran mengenai sejarah dan kontribusi kantor berita tersebut.

Menurut Saleh, rekam jejak tersebut dapat menjadi inspirasi bagi jajaran direksi baru untuk melanjutkan peran strategis ANTARA sekaligus menghadirkan pembaruan yang relevan dengan perkembangan zaman.

"Jadi sekarang ada pimpinan baru di ANTARA, yaitu Direktur Utama Bapak Abdul Hakim. Pak Hakim ini bisa nanti membawa ANTARA ke arah yang lebih baik ke depan," ujarnya.

Adapun susunan direksi ANTARA saat ini terdiri atas Direktur Utama Abdul Hakim, Direktur Pemberitaan Delvira Chaerani Hutabarat, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Virgandhi Prayudantoro, Direktur SDM dan TI Rachmat Hidayat, serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Aria BS Pramono.

Dalam kunjungan kerja pada masa reses tersebut, pimpinan dan anggota Komisi VII DPR RI turut meninjau operasional serta infrastruktur Redaksi NadiKabar.

Sejumlah anggota dewan yang hadir antara lain Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati, dan anggota Komisi VII DPR RI Alifudin.