NADIKABAR.COM — Korban tewas akibat atap sekolah di Pakistan ambruk hingga menewaskan 32 siswa dan 1 guru. Sebanyak 45 orang lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa itu terjadi di Al-Khair Education Centre, sebuah sekolah swasta di Peshawar, ibu kota provinsi Khyber Pakhtunkhwa, pada Kamis (15/10/2026), dilansir aljazeera.

Juru bicara Lady Reading Hospital, Mohammad Asim, mengatakan korban tewas mencakup 12 siswi dan seorang guru perempuan. Beberapa korban luka dilaporkan dalam kondisi kritis.

Sebagian besar korban tewas dan luka-luka merupakan anak-anak berusia 6-12 tahun. Korban termuda berusia 6 tahun, sedangkan yang tertua berusia 14 tahun.

Pihak rumah sakit telah menetapkan status darurat untuk menangani para korban. Direktur regional Departemen Penyelamatan, Arif Khattak, mengatakan sedikitnya 45 anak mengalami luka, mulai dari luka ringan hingga cedera berat.

Rekaman televisi memperlihatkan petugas penyelamat menyingkirkan puing-puing bangunan dengan tangan kosong. Sejumlah anak yang berlumuran darah terlihat digendong menuju ambulans yang telah bersiaga di lokasi. Warga juga berkerumun di gang sempit tempat sekolah tersebut berada.

Seorang petugas penyelamat menjelaskan bahwa atap lantai atas runtuh menimpa ruang kelas di bawahnya. Akibatnya, dua lantai bangunan tersebut ambruk.

Beberapa jam setelah kejadian, petugas menyatakan seluruh orang yang terjebak di bawah reruntuhan berhasil dievakuasi. Juru bicara layanan darurat, Bilal Faizi, mengatakan hampir 100 petugas penyelamat dikerahkan dalam operasi tersebut. Sejumlah orang tua murid juga turut membantu proses evakuasi.

Faizi menyebut proses evakuasi yang cepat berhasil menyelamatkan sedikitnya 40 orang. Lebih dari belasan anak dilaporkan mengalami luka ringan.

Kepala Kepolisian Peshawar, Saeed Ahmed, mengatakan pemilik sekolah telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Menurutnya, bangunan tersebut memiliki struktur yang lemah.

Namun, pemilik sekolah bernama Mohammad Khan berdalih bahwa hujan yang mengguyur wilayah itu sepanjang pekan telah melemahkan salah satu bagian atap bangunan.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti ambruknya bangunan tersebut. Pemerintah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa juga telah membentuk komite untuk mengusut insiden yang terjadi di gedung sekolah berlantai tiga itu.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban melalui pernyataan terpisah. Zardari mengatakan seluruh masyarakat Pakistan turut berduka atas tragedi tersebut.

"Seluruh bangsa turut merasakan kesedihan keluarga-keluarga yang terdampak di masa duka ini," ujar Zardari.