Rudal jelajah umumnya digerakkan oleh mesin jet dan terbang pada ketinggian yang lebih rendah dibandingkan rudal balistik yang lebih canggih, sehingga lebih sulit untuk dideteksi maupun dicegat.

Jika Korea Utara terbukti memiliki kemampuan meluncurkan rudal balistik dari kapal selam, maka persenjataan mereka akan mencapai tingkat yang baru. Hal ini memungkinkan pengerahan senjata jauh di luar Semenanjung Korea serta memberikan kemampuan untuk melakukan serangan balasan (second-strike capability) jika terjadi serangan terhadap Korea Utara.