NADIKABAR.COM — Anggota DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat pengawasan dan layanan kesehatan guna mengantisipasi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) yang telah mencapai 1.314 kasus di Jakarta Selatan

“Kami mendorong Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan tidak hanya mengandalkan imbauan, tetapi juga aktif mendampingi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan DBD,” kata Yuke Yurike di Jakarta, Rabu.

Ia menyebutkan angka 1.314 kasus bukan sekadar statistik, namun peringatan serius bagi seluruh pihak.

Yuke mendesak Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan, termasuk Suku Dinas Kesehatan untuk tidak hanya menyerahkan beban pencegahan kepada masyarakat, tetapi juga mengimbanginya dengan pengawasan dan fasilitas pendukung yang memadai.

Ia menekankan pentingnya pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dan gerakan Satu Rumah Satu Jumantik secara konsisten.

Menurut dia, keterlibatan aktif ketua RT, RW, lurah, hingga camat diperlukan agar upaya pencegahan berjalan efektif dan tidak sekadar menjadi rutinitas.

"Gerakan PSN 3M Plus dan Posko Jumantik harus benar-benar didampingi secara langsung oleh para ketua RT, RW, lurah, hingga camat. Jangan sampai program ini menjadi rutinitas formalitas semata," tegasnya.

Ia juga meminta Sudinkes Jakarta Selatan mengoptimalkan langkah pengendalian nyamuk di wilayah rawan penularan melalui pengasapan atau fogging sesuai kebutuhan dan indikasi di lapangan.

Selain pencegahan, Yuke menyoroti kesiapan fasilitas kesehatan, khususnya puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jakarta Selatan.

"Kami akan terus memantau penanganan DBD, termasuk ketersediaan ruang rawat, sarana medis, dan obat-obatan agar warga yang terjangkit dapat memperoleh penanganan secara cepat dan memadai," kata legislator dari fraksi PDI Perjuangan itu.