NADIKABAR.COM — Bek Manchester United, Lisandro Martinez mengklarifikasi kritiknya yang diarahkan ke manajemen klub.

Ia mengakui melontarkan kritik dalam kondisi marah dan frustrasi setelah timnya kalah 0-2 dari Atletico Madrid di Liga Champions pada Rabu (14/10).

Namun, ia tetap menuntut ambisi lebih besar dari seluruh elemen klub untuk mengembalikan Manchester United ke persaingan gelar.

“Setelah pertandingan, saya berbicara karena marah dan frustrasi karena kami tidak mendapatkan hasil yang diinginkan bersama. Orang-orang yang mengenal saya tahu bagaimana saya bermain, dengan gairah, komitmen, dan keinginan besar untuk menang,” tulis Martinez melalui Instagram Story pada Rabu (14/10).

Pemain asal Argentina itu tidak secara langsung meminta maaf atas kritiknya. Ia menegaskan bahwa tuntutannya untuk memperkuat skuad merupakan bagian dari keinginannya melihat Manchester United kembali bersaing di level tertinggi.

“Ketika saya berbicara tentang keinginan untuk mendapatkan lebih, yang saya maksud adalah ambisi yang harus dimiliki oleh kita semua sebagai bagian dari klub ini. Untuk terus berkembang, menjadi lebih kuat, dan memiliki segala yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi,” tulisnya.

Martinez juga mengakui bahwa para pemain harus bertanggung jawab atas hasil pertandingan dan memulai perbaikan dari diri sendiri.

“Standar tersebut harus kita terapkan kepada diri sendiri, dimulai dari saya. Saya tahu bahwa, pertama dan terutama, kamilah para pemain yang harus memberikan hasil, dan saya menempatkan diri di garis depan tanggung jawab tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Martinez secara terbuka meminta manajemen Manchester United mendatangkan lebih banyak pemain setelah kekalahan dari Atletico Madrid di Stadion Metropolitano. Hasil tersebut memperpanjang catatan tanpa kemenangan Setan Merah menjadi lima pertandingan di semua kompetisi.

Dalam wawancara dengan Amazon Prime Video, Martinez secara khusus menyoroti kebutuhan investasi lebih besar, termasuk dari direktur teknik Jason Wilcox.

“Kami menjalani musim luar biasa musim lalu dan sekarang kami mengharapkan lebih dari jajaran petinggi, lebih banyak pemain untuk bersaing karena banyak tim lain juga mendatangkan banyak pemain,” kata Martinez.

“Saya mengharapkan lebih banyak investasi. Seratus persen. Saya mengharapkan lebih dari direktur teknik kami,” lanjutnya.

Martinez juga memperingatkan agar evaluasi klub tidak hanya menyasar pelatih dan pemain. Menurutnya, pergantian pelatih berulang kali bukan satu-satunya solusi untuk memperbaiki performa tim.

"Anda tidak bisa terus berganti, berganti, berganti pelatih. Bagaimana dengan bagian lainnya?” ucapnya.

Kritik tersebut memunculkan laporan mengenai kemungkinan sanksi terhadap Martinez. Sky Sports juga melaporkan bahwa masa depan sang bek di Manchester United menjadi tidak pasti. Selain itu, seorang rekan setim dikabarkan sempat mengonfrontasinya dalam penerbangan pulang dari Spanyol.

Dalam klarifikasinya, Martinez menegaskan tetap percaya kepada rekan setim, pelatih Michael Carrick, dan seluruh pihak yang bekerja untuk memajukan klub.

“Saya percaya kepada rekan-rekan setim, manajer kami, dan semua orang yang bekerja untuk membantu klub ini bergerak maju. Saya yakin jalan ke depan adalah terus bekerja bersama, dengan ambisi dan komitmen,” tulisnya.

Manchester United dijadwalkan menghadapi Leeds United di Elland Road pada Minggu (18/10). Carrick akan berbicara kepada media pada Jumat menjelang pertandingan tersebut.

Martinez menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa targetnya tetap membawa Manchester United meraih kemenangan dan bersaing di level tertinggi.

“Tujuan saya tidak pernah berubah sejak hari pertama, yaitu menang, bersaing di level tertinggi, dan memberikan segalanya untuk lambang klub ini,” tulisnya.