NADIKABAR.COM β Sejak mengalahkan Sabah FK 4-0 dalam pertandingan Liga Champions pada 11 September, Manchester United tak pernah menang dalam empat pertandingan sebelum menghadapi Atletico Madrid dalam laga Liga Champions pada Selasa (13/10).
Setan Merah bahkan tersisih sejak awal dari Piala Liga karena dikalahkan Brighton 2-3 pada 17 September, empat hari setelah dipermalukan 0-1 oleh sepuluh pemain Manchester City dalam pertandingan liga.
Ironisnya, kedua kekalahan itu terjadi di Old Trafford, kandang Manchester United.
Tim asuhan Michael Carrick itu bahkan gagal mendapatkan poin penuh dari Fulham dan Tottenham Hotspur, padahal kedua klub ini sedang sempoyongan di dasar klasemen.
Maka, wajar jika tak banyak orang yang optimistis United bakal bangkit kala menghadapi Atletico, apalagi laga itu digelar di Stadion Metropolitano, kandang Atletico.
βDan United memang benar-benar kalah. Gol cepat Pablo Barrios, yang kemudian disusul oleh Ademola Lookman, ketika Setan Merah sudah kehilangan Leny Yoro akibat kartu merah, membuat United harus menelan kekalahan keempat musim ini.
Kekalahan sebanyak itu membuat United menapaki start terburuk dalam kurun 40 tahun terakhir.
Banyak orang yang tidak kaget dengan kekalahan 0-2 dari Atletico tersebut, tetapi banyak yang terkejut oleh pernyataan pemain mereka, Lisandro Martinez.
βBek tengah yang kontraknya akan habis pada musim panas tahun depan itu secara blak-blakan menabrak tabu dengan mengkritik manajemen United.
βIa pasang badan membela pelatihnya yang sedang dalam tekanan, Michael Carrick, serta rekan-rekan setimnya. Menurutnya, bukan hanya pelatih dan pemain yang harus disalahkan atas hasil start terburuk musim ini.
βMenurut Martinez, sangat mudah untuk menyalahkan pelatih atau pemain. Namun, hal lain yang juga harus disorot adalah kinerja manajemen United.
"Saya berharap (investasi pemain) lebih, 100 persen. Saya berharap lebih kepada direktur teknik kami (Jason Wilcox)," kata Martinez seperti dikutip The Guardian.
Martinez kesal terhadap Wilcox dan manajemen klubnya, yang bisa dibilang buruk dalam strategi transfer pemain.