Menurut pelantun lagu Tiada Lagi tersebut, kehadiran haters merupakan sebuah keniscayaan bagi seorang figur publik di era serba digital. Bahkan, ia menilai ada yang janggal bila seseorang di industri hiburan sama sekali tidak memiliki pengkritik.

"Kalau seumpamanya di zaman sekarang ini gak ada haters, berarti something wrong. Jadi untuk saya, kita tinggal mau jadi apa? Bagian dari haters itu sendiri, atau orang yang dijadikan bapernya haters. Kalau untuk saya, bodo amat," tegasnya.

Alih-alih merasa sakit hati atau terpancing emosi, Mayangsari justru menanggapi perilaku para hater dengan sudut pandang humoris. Menurutnya, melontarkan komentar nyinyir melalui gawai saat bersantai mungkin menjadi salah satu cara warganet mencari hiburan dan kebahagiaan.