NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam percakapan tertutup mengisyaratkan dirinya tidak ingin bersaing dengan Wakil Presiden AS JD Vance untuk memperebutkan kursi presiden pada 2028, menurut laporan MS Now pada Rabu, mengutip sejumlah sumber.

Dalam percakapan itu, dia mengisyaratkan dirinya merasa sangat puas dengan pekerjaannya saat ini di pemerintahan.

"Tidak ada indikasi bahwa dia ingin meninggalkan pemerintahan ... Hal itu mungkin berubah atau dia pada akhirnya memutuskan untuk melakukannya, tetapi indikasi yang saya lihat dia sangat senang dengan pekerjaannya saat ini," kata seorang pejabat Gedung Putih kepada MS Now.

Rubio belakangan ini hampir tidak menjalin komunikasi dengan para donatur maupun jaringan politiknya, menurut sejumlah sumber.

Selain itu, setelah lebih dari dua dekade mengabdi di sektor publik, Rubio mungkin beralih ke sektor swasta yang lebih menjanjikan secara finansial dan mengurungkan niat untuk mengikuti persaingan pemilu yang membutuhkan biaya besar, kata beberapa sumber tersebut.

Rubio harus mengambil keputusan akhir tentang kemungkinan keikutsertaannya dalam pemilihan presiden 2028 paling lambat musim panas tahun depan.

Namun, untuk saat ini, dia hanya berfokus pada tugas-tugas kebijakan luar negeri yang sedang dijalankannya, menurut laporan tersebut.

Dengan mengutip para ajudan Rubio, Associated Press pada awal Juli melaporkan bahwa sang menteri siap mengundurkan diri dari persaingan apabila Vance memutuskan untuk maju memperebutkan nominasi calon presiden dari Partai Republik dalam pemilihan 2028.

Partai Republik harus menentukan calon presiden sebelum November 2028 karena, berdasarkan Konstitusi AS, Presiden Donald Trump hanya dapat menjabat selama dua periode.

Trump sendiri dilaporkan telah mengatakan kepada para donatur Partai Republik bahwa dirinya ingin Vance agar dapat maju dalam pemilihan presiden berikutnya.Sumber: Sputnik/RIA Novosti