Arca yang menggambarkan dewi kebijaksanaan transendental dan kerap diidentifikasikan dengan figur Ken Dedes itu memancarkan ekspresi wajah meditatif yang tenang, anggun, sekaligus menyimpan senyuman misterius yang memantik rasa penasaran bagi siapa pun yang memandangnya.

Selama ini, arca batu andesit yang ditemukan di kawasan Candi Singasari, Jawa Timur, tersebut dinilai belum tereksplorasi secara optimal dan kerap hanya tersimpan di ruang penyimpanan koleksi.

Melalui kehadiran Galeri Prajnaparamita, Kementerian Kebudayaan kini menempatkannya di ruang pamer khusus berstandar kuratorial modern agar dapat diapresiasi luas oleh masyarakat sebagai signature dan daya tarik utama Museum Nasional.

"Orang yang datang ke Museum Nasional belum lengkap kunjungannya kalau belum melihat langsung keagungan Arca Prajnaparamita ini," tutur Fadli.

Fadli menjelaskan, galeri tersebut dirancang secara inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas mata melalui penyediaan panel informasi berhuruf Braille, panduan narasi audio, serta replika taktil miniatur yang dapat diraba oleh pengunjung.