NADIKABAR.COM — Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan industri busana sopan (modest fashion) dari Indonesia memiliki peluang besar untuk menembus pasar global.
"Potensi ini sebetulnya tidak hanya ke negara-negara Muslim, tetapi juga ke negara-negara Eropa, negara-negara yang non-mayoritas Muslim," kata Teuku Riefky dalam pembukaan IN2Motion Fest x JMFW 2026 di Jakarta, Rabu.
Riefky menilai busana sopan dari Indonesia memiliki keunikan yang berasal dari akar budaya dan desain dari berbagai daerah yang memiliki karakter khas sehingga tidak dapat disamakan dengan produk dari negara lain.
Peluang tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem busana sopan lokal sekaligus membuka akses bagi karya kreatif nasional agar terhubung dengan industri dan pasar global.
"Jadi ini peluang yang sangat luar biasa dan perlu kolaborasi semua pihak," ujar Riefky.
Ia menyampaikan momentum tersebut juga penting bagi Kementerian Ekonomi Kreatif untuk memperkuat industri kreatif, khususnya subsektor fesyen, melalui perluasan akses pasar, pengembangan jejaring bisnis, serta pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bertanggung jawab.
Pemerintah juga dikatakannya akan mengeluarkan peta jalan AI yang juga mencakup etika penggunaan teknologi tersebut.
Pemanfaatan AI secara bertanggung jawab diperlukan agar hasil karya para kreator tetap terlindungi. Di sisi lain, ia menekankan perlindungan dan komersialisasi kekayaan intelektual sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan nilai tambah karya Indonesia.
"Desain, motif, merek, bukan sekadar identitas produk tetapi juga aset ekonomi yang perlu dilindungi dan dikembangkan agar memberikan manfaat optimal bagi pencipta dan pelaku usaha," katanya.
Riefky berharap penyelenggaraan In2Motion Fest yang berkolaborasi dengan JMFW 2026 dapat menjadi penghubung antara karya kreatif, industri, dan pasar global.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, kementerian/lembaga, Indonesia Fashion Chamber (IFC), dan seluruh mitra strategis yang mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.