Selain dijuluki 'The City of Rivers', Chongqing juga dikenal sebagai 'Mountain City'. Chongqing didominasi oleh perbukitan, di mana kawasan perbukitan mencapai 75% dari total wilayah.

Selain itu, Sungai Yangtze yang membentang di Kota Chongqing juga bertemu dengan Sungai Jialing, Sungai Wujiang, dan sungai-sungai lainnya. Kondisi geografis ini membuat Kota Chongqing memiliki banyak jembatan. Pada malam hari, jembatan-jembatan tersebut dihiasi oleh tata cahaya yang indah.

Gedung-gedung tinggi juga berdiri pada kawasan berbukit di Chongqing. Kondisi ini membuat jalanan kota semakin menarik untuk dijelajahi. Di pinggir jalan, berderet toko dan pedagang kuliner.

Pusat Kota Chongqing berada di titik pertemuan Sungai Yangtze dan Sungai Jialing. Pertemuan sungai ini membentuk semenanjung yang dikelilingi perairan pada tiga sisi pusat kota. Kondisi ini dimanfaatkan sebagai objek wisata pelayaran kapal.

NadiKabar turut mencoba pengalaman menyusuri Sungai Yangtze dan Sungai Jialing menggunakan kapal pesiar pada malam hari atau Chongqing Two Rivers Night Cruise. Pelayaran ini berlangsung selama 40 menit.

Dalam pelayaran menyusuri sungai, pemandangan Chongqing terlihat begitu menawan dengan kilau lampu gedung dan lampu jalanan. Dari atas kapal, wisatawan dapat menikmati pemandangan malam kompleks Hongyadong. Kawasan ini menampilkan bangunan tradisional China di sepanjang lereng sungai dengan kilauan lampu-lampu.

Kapal juga melintas di bawah Qiansimen Bridge dan Dongshuimen Bridge. Kedua jembatan ini semakin terlihat memukau dengan pencahayaan berwarna-warni pada malam hari. Terkadang prnacahayaan berwarna merah lalu berganti dengan putih.