NADIKABAR.COM — Stadion Metropolitano di Madrid, Spanyol, akan menjadi panggung perebutan gelar juara Liga Champions UEFA atau UEFA Champions League (UCL) musim 2026/2027. Stadion yang menjadi markas Atlético Madrid tersebut dijadwalkan menggelar partai final pada Sabtu, 5 Juni 2027.
Penunjukan ini membuat Metropolitano kembali menjadi pusat perhatian sepak bola Eropa setelah sebelumnya menjadi lokasi final Liga Champions 2019. Stadion tersebut juga akan menandai satu dekade sejak dibuka untuk publik pada September 2017.
Dengan kapasitas lebih dari 70 ribu penonton dan fasilitas modern, Metropolitano menjadi salah satu stadion penting di Spanyol. Lantas, seperti apa sejarah, fasilitas, dan rekam jejak stadion yang akan menjadi tempat penentuan juara Eropa tersebut?
Stadion Metropolitano merupakan kandang Atlético Madrid sejak 2017, menggantikan Stadion Vicente Calderón yang sebelumnya menjadi markas klub tersebut selama puluhan tahun.
Stadion ini dibuka untuk publik pada 16 September 2017, ketika Atlético Madrid menghadapi Málaga dalam pertandingan La Liga. Antoine Griezmann mencetak gol pertama di stadion tersebut sekaligus membantu Atlético meraih kemenangan 1-0.
Nama Metropolitano juga memiliki kaitan dengan sejarah klub. Nama itu terinspirasi dari stadion lama Atlético Madrid, Estadio Metropolitano, yang pernah menjadi kandang tim hingga 1966.
Dalam perkembangannya, stadion ini dikenal dengan sejumlah nama. Pada awal pembukaannya, stadion tersebut menggunakan nama Wanda Metropolitano. Namanya kemudian berubah menjadi Cívitas Metropolitano sebelum menggunakan nama Riyadh Air Metropolitano setelah kesepakatan sponsor dengan perusahaan penerbangan Arab Saudi.
Meski nama komersialnya berubah-ubah, stadion tersebut tetap dikenal luas sebagai Metropolitano.
Menurut informasi resmi Atlético Madrid, kapasitas stadion mencapai 70.692 penonton setelah klub melakukan sejumlah pengembangan fasilitas, termasuk penambahan ruang eksklusif dan area bagi penyandang disabilitas.